Saya menulis ini hampir setahun yang lalu, tapi baru sekarang punya keberanian untuk membagikannya. Funny how time works, ya. Dulu, menuliskan hal-hal ini saja rasanya berat sekali. Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, banyak perasaan yang belum bisa saya pahami, dan banyak hal yang waktu itu rasanya tidak adil untuk saya terima.
Hidup tanpa ibu rasanya ribuan kali lebih berat. Ada banyak momen ketika saya berharap masih punya tempat untuk pulang, seseorang yang bisa mendengarkan semua cerita saya tanpa perlu menjelaskan panjang lebar kenapa sesuatu terasa begitu menyakitkan. Dan ketika harus menghadapi kehilangan itu bersamaan dengan luka lainnya, rasanya seperti harus belajar bertahan di tengah keadaan yang bahkan belum sempat saya pahami.
Dari semua yang saya lalui, ada beberapa hal yang perlahan saya pahami saat ini. Hal-hal yang mungkin terdengar sederhana, tetapi ternyata mengubah cara saya melihat kehidupan, menghadapi luka, dan yang paling penting, menemukan kembali ketenangan dalam diri sendiri.
Dari semua yang saya lalui, ada beberapa hal yang perlahan saya pahami saat ini. Hal-hal yang mungkin terdengar sederhana, tetapi ternyata mengubah cara saya melihat kehidupan, menghadapi luka, dan yang paling penting, menemukan kembali ketenangan dalam diri sendiri.
Stop looking for answers in things Allah has already allowed to happen.
Dulu, saya sering bertanya kenapa sesuatu harus terjadi, kenapa seseorang bisa memilih untuk menyakiti, dan kenapa hidup membawa saya ke situasi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya bahkan sempat mencoba mencari alasan dari keadaan orang lain, berharap dengan begitu saya bisa lebih mudah memahami apa yang terjadi. But the more I tried to find answers, the more exhausted I became.
Sampai akhirnya saya belajar bahwa tidak semua hal harus saya pahami untuk bisa saya terima. Tidak semua pertanyaan akan mendapatkan jawaban yang memuaskan, dan tidak semua kejadian harus punya penjelasan yang bisa saya mengerti sekarang. Ada hal-hal yang memang berada di luar kendali saya, termasuk pilihan orang lain. Tugas saya bukan terus-menerus mencari tahu kenapa mereka melakukannya, melainkan belajar bagaimana saya ingin melanjutkan hidup setelahnya.
Tawakal doesn't mean giving up. It means trusting Allah with what you cannot control.
Saya dulu berpikir bahwa menyerahkan hidup kepada Allah mungkin berarti harus belajar menerima banyak hal yang tidak sesuai keinginan. Padahal, ternyata lebih dari itu. It is about doing your best, making your prayers, taking the steps you can take, and trusting Allah with everything beyond your control.
Kalau dulu saya berdoa agar hidup berjalan sesuai dengan apa yang saya inginkan, sekarang saya lebih sering berdoa agar Allah membimbing saya menuju apa yang memang baik untuk saya. Kalau ada sesuatu yang membuat cemas, saya berusaha mengingat Allah. Kalau ada sesuatu yang membuat bahagia, saya juga mengingat Allah. Ketika ada yang berjalan sesuai harapan, saya bersyukur. Ketika ada yang tidak sesuai rencana, saya belajar menerima bahwa mungkin ada hal yang belum saya pahami. And somehow, life feels lighter this way.
Bukan karena masalah tiba-tiba hilang, bukan juga karena saya tidak pernah sedih atau takut lagi. Saya tetap manusia yang punya kekhawatiran, harapan, dan keinginan. Bedanya, sekarang saya tidak merasa harus memikirkan semuanya sendirian. Ada Allah yang bisa saya mintai pertolongan, ada doa yang bisa saya panjatkan, dan ada keyakinan bahwa saya tidak harus mengetahui seluruh jalan di depan untuk tetap melangkah.
Peace comes when you stop trying to control everything and start trusting Allah more.
Ternyata, selama ini saya sering merasa lelah bukan hanya karena apa yang terjadi, tetapi juga karena saya terus berusaha mencari kepastian atas hal-hal yang memang tidak bisa saya kendalikan. Saya ingin tahu bagaimana semuanya akan berakhir, apakah pilihan saya benar, apakah saya akan baik-baik saja, dan apakah semua yang saya alami akan masuk akal suatu hari nanti.
Sekarang, saya belajar menjalani hidup dengan lebih sederhana. Ada cemas sedikit, ingat Allah. Ada bahagia sedikit, ingat Allah. Ada hal yang belum pasti, berdoa. Ada hal baik yang datang, bersyukur. Ada yang pergi, belajar mengikhlaskan. Not everything needs to be figured out today. Sometimes, I just need to do my part and leave the rest to Allah.
Dan jujur, rasanya menyenangkan sekali bisa sampai di fase ini. Fase ketika saya tidak lagi merasa harus mendapatkan semua jawaban untuk bisa merasa tenang. Fase ketika kebahagiaan tidak selalu bergantung pada apakah semua hal berjalan sesuai keinginan. Fase ketika saya bisa menikmati hal-hal kecil tanpa terlalu sibuk mencemaskan apa yang akan terjadi besok.
Saya tidak tahu apakah ini yang disebut semakin dewasa, semakin mengenal diri sendiri, atau semakin belajar mengenal Allah. Mungkin semuanya. Yang saya tahu, hidup terasa jauh lebih ringan ketika saya berhenti menganggap bahwa semuanya harus berada dalam kendali saya.
Saya masih punya banyak hal yang ingin dicapai, banyak doa yang ingin dikabulkan, dan banyak harapan untuk masa depan. But now, I want to pursue them without forgetting to enjoy the life Allah has already given me.
Hampir setahun lalu, saya menulis semua ini dari tempat yang begitu berbeda. Hari ini, saya membacanya kembali dengan hati yang jauh lebih tenang. Bukan karena saya sudah melupakan semuanya, tetapi karena saya tidak lagi membawa semuanya dengan cara yang sama.
And if there's one thing I wish I had understood earlier, it is this: ternyata menyerahkan hidup kepada Allah tidak membuat kita kehilangan kendali atas hidup. Justru kita belajar membedakan mana yang memang menjadi tanggung jawab kita dan mana yang sejak awal bukan milik kita untuk kendalikan.
Kita tetap berusaha, tetap punya keinginan, tetap boleh berharap. Hanya saja, kita tidak lagi harus memaksakan semuanya terjadi sesuai keinginan kita.
Alhamdulillah, sekarang saya bisa bilang bahwa saya sedang berada di fase hidup yang lebih tenang dan bahagia. Bukan berarti setiap hari sempurna, tetapi hati saya tidak lagi harus ikut berantakan setiap kali hidup berjalan di luar rencana.
Ternyata, sesederhana itu ketika kita mulai benar-benar menitipkan hidup kepada Allah. Kita menjalani bagian kita sebaik mungkin, lalu membiarkan Allah mengurus bagian yang tidak mampu kita jangkau.
And honestly, there's so much peace in knowing that I don't have to figure everything out on my own. May Allah ease the hearts that are tired, calm the minds that are anxious, and give us the strength to trust His plans even when we don't understand them. May we find peace in knowing that we don't have to figure everything out on our own, because Allah has always been there. Aamiin.
Sending so much love to you and your loved ones.(づ ̄3 ̄)づ╭♡~
Love,
Humannisa💚




.jpeg)

