Powered by Blogger.

ITS BEEN A JOURNEY


Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menyadari bahwa keberhasilan sebuah hubungan tidak selalu diukur dari seberapa lama dua orang bertahan bersama. Karena kenyataannya, waktu bukanlah indikator utama dari kualitas sebuah hubungan.

Ada hubungan yang berlangsung bertahun-tahun, tetapi dipenuhi ketidakjelasan, ketidaktenangan, dan luka yang terus berulang. Sebaliknya, ada pula hubungan yang mungkin tidak sempurna, tetapi membawa pertumbuhan, ketenangan, dan banyak kebaikan bagi kedua orang di dalamnya.

Mungkin karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukan lagi, "Siapa yang akan paling lama bersama?" Melainkan, "Siapa yang membawa kebaikan dalam hidup?". Karena bersama saja tidak selalu cukup.

The truth is, not everyone who stays makes life better.

Ada orang yang hadir tetapi justru menguras energi. Ada yang selalu ada secara fisik, namun tidak pernah benar-benar menjadi tempat pulang. Ada pula yang membuat seseorang terus mempertanyakan dirinya sendiri bahkan kehilangan arah. 

Padahal hidup pada dasarnya sudah cukup menantang. Ada tanggung jawab yang harus dijalani, kehilangan yang harus diterima, kegagalan yang harus dihadapi, dan masa depan yang tidak selalu bisa diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran orang yang tepat seharusnya tidak menambah beban, melainkan membantu membuat perjalanan terasa lebih ringan.

Bukan karena mereka mampu menyelesaikan semua masalah. Tetapi karena mereka memilih untuk berjalan bersama saat masalah itu datang.

A good partner is not someone who makes life perfect.
A good partner is someone who makes life easier to face.

Mereka hadir dengan niat untuk saling membahagiakan, bukan saling mengalahkan. Mereka belajar bersyukur atas apa yang dimiliki, bukan terus berfokus pada apa yang kurang. Mereka memahami bahwa hubungan tidak dibangun hanya dengan rasa cinta, tetapi juga dengan kesabaran, komitmen, dan kemampuan untuk memaafkan.

Karena pada akhirnya, tidak ada manusia yang sempurna. Akan selalu ada kesalahan. Akan selalu ada perbedaan. Akan selalu ada masa-masa sulit yang menguji hubungan. Namun yang membedakan adalah apakah kedua orang tersebut memiliki kemauan untuk tetap berusaha, tetap belajar, dan tetap memilih satu sama lain ketika keadaan tidak lagi mudah.

Hubungan yang sehat bukanlah hubungan yang bebas masalah. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang dipenuhi niat baik untuk terus membawa kebaikan bagi satu sama lain. Dan mungkin, itulah alasan mengapa bersama orang yang tepat terasa berbeda. Bukan karena hidup menjadi tanpa ujian. Tetapi karena setiap ujian terasa lebih mungkin untuk dilewati.

Because in the end, what truly matters is not how long someone stays.
It's whether their presence brings you closer to peace, growth, gratitude, and the best version of yourself.

Karena bersama orang yang tepat dan membawa kebaikan akan selalu jauh lebih berharga daripada sekadar bersama. 

Love,
Humannisa💚
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Belakangan ini makin sadar kalau cinta itu nggak selalu tentang hubungan romantis yang estetik kayak di feed IG. Kadang justru tentang hal-hal kecil yang nggak pernah kita pikirin sebelumnya. Tentang diri sendiri, boundaries, dan keberanian buat jujur, bahkan saat jujur itu bikin nggak nyaman.

Love doesn’t mean losing yourself.
Kita hidup di era serba cepat. Cepat jatuh suka, cepat attach, cepat overthinking. Kadang tanpa sadar kita mulai mengubah diri sendiri demi tetap “cocok”. Ngurangin mimpi, ngerem ambisi, atau pura-pura kuat biar nggak ditinggal. Padahal, cinta yang sehat itu bukan yang bikin kita mengecil, tapi justru yang bikin kita berani tumbuh. Kalau harus mengorbankan diri sendiri demi bertahan, mungkin itu bukan cinta tapi takut kehilangan.

Healing is not linear, and that’s okay.
Ada hari di mana kita ngerasa udah move on. Besoknya? Keinget lagi. Terus nyalahin diri sendiri karena “kok belum sembuh-sembuh sih”. Padahal, proses pulih itu nggak lurus. Kadang maju, kadang mundur dikit. Dan itu manusiawi. Kita sering dituntut buat “cepat sembuh, cepat bahagia”, padahal nggak apa-apa kok kalau capek sebentar. Healing bukan lomba, dan nggak ada deadline-nya.

You can love deeply without tolerating disrespect.
Ini pelajaran yang kayaknya paling susah. Karena sering kali kita salah kaprah antara sabar dan bertahan di tempat yang salah. Kita belajar memaklumi, sampai lupa kalau kita juga pantas dihargai. Cinta nggak pernah minta kita buat menutup mata terhadap sikap yang menyakitkan. Boundaries bukan tanda egois, tapi tanda kita menghargai diri sendiri.

Sometimes love means letting go.
Nggak semua yang kita sayang harus kita miliki. Ada hubungan yang datang cuma buat ngajarin, bukan buat menetap. Dan walaupun sakit, melepaskan kadang jadi bentuk cinta paling dewasa, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Karena memaksa bertahan di sesuatu yang sudah nggak sehat cuma akan melukai semua pihak.

Choose people who choose you, consistently.
Bukan yang datang pas sepi, lalu hilang pas kita butuh. Bukan yang bilang “aku peduli” tapi tindakannya kosong. Bukan juga yang hari ini minta maaf bilang "khilaf/menyesal" bahkan sampai sangat meyakinkan dengan gimmick air mata tapi ketika diuji, besoknya langsung kembali ke "kesalahan". Dan ironically kita hidup di era words are cheap. Jadi mungkin sekarang saatnya lebih percaya ke aksi, bukan janji. Yang tulus nggak bikin kita nebak-nebak perasaan.

Akhir kata, Love Lesson part 2 ini lagi-lagi kayak surat buat diri sendiri. Pengingat kalau hidup nggak harus selalu rapi, hubungan nggak harus selalu sempurna, dan kita nggak harus selalu kuat. Pelan-pelan aja. Selama kita jujur sama diri sendiri, belajar dari yang kemarin, dan tetap mau bertumbuh itu sudah lebih dari cukup.

Love, 

Humannisa💚

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Newer Posts
Older Posts

The Author



Humannisa

Readers

Popular Posts

  • Self Love is the only way to Get Love
  • Meninggikan Tanpa Menjatuhkan
  • Things I learned In My Early 20s
  • Respect is Earned, not Given
  • CONTEMPLATION PART 1 : RELATIONSHIP WITH GOD

Categories

  • COLLEGE (1)
  • INNER PEACE (2)
  • JOURNEY (4)
  • LIFE (3)
  • REMINDER (1)

Blog Archive

  • ▼  2026 (2)
    • ▼  June (1)
      • The Goal Was Never Just to Stay
    • ►  February (1)
      • LOVE LESSON - Part 2
  • ►  2024 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2021 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2020 (7)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  March (1)

Wikipedia

Search results

Translate

Created with by ThemeXpose