Untitled

by - 14:25






Kadang, kita tidak butuh waktu yang lama untuk menyadari sesuatu. Bukan karena sudah mengenal seseorang sampai jauh, bukan juga karena sudah melewati banyak hal bersama. Sometimes, it’s just one tiny moment yang entah kenapa membuat kita berpikir,
“Oh… ternyata masih ada laki-laki baik di dunia ini.”

Lucunya, saya sebenarnya sudah merasa ada something sejak permata kali bertemu. Bukan karena gesture yang besar atau sesuatu yang sengaja dibuat untuk terlihat manis. Justru karena hal kecil yang mungkin bagi orang lain biasa saja. Cara dia mengangkat telepon dari keluarganya, cara nada suaranya berubah menjadi lebih lembut, cara dia mendengarkan, menjawab dengan sopan, dan somehow terlihat sangat menghargai orang di seberang telepon. Saya ingat momen kecil itu dan berpikir, “Interesting…” Haha.

Mungkin karena semakin dewasa, kita jadi lebih peka terhadap hal-hal yang tidak dibuat-buat. Kita bisa membedakan seseorang yang memang punya respect dari seseorang yang hanya tahu bagaimana cara terlihat respectful. Because being nice in front of people is easy, tapi bagaimana seseorang bersikap ketika tidak sedang berusaha mengesankan siapa-siapa, somehow tells you a lot.

Dan salah satu hal yang menurut saya menarik dari laki-laki yang baik adalah bagaimana dia memperlakukan perempuan. Bukan sekadar gentleman dalam arti membukakan pintu atau menawarkan bantuan, tapi bagaimana dia benar-benar menghargai perempuan sebagai manusia yang punya pikiran, pilihan, batasan dan kehidupan sendiri.

Ada laki-laki yang ketika berbicara tentang perempuan, somehow selalu ingin merasa lebih tahu, lebih kuat, atau lebih berkuasa. Tapi ada juga yang justru genuinely mengagumi perempuan. Menghargai cara perempuan berpikir, menghargai kerja kerasnya, mendukung ambisinya dan tidak merasa terancam hanya karena perempuan di sebelahnya punya kemampuan dan pendirian sendiri.

And I think that kind of respect is attractive.

Bukan karena perempuan membutuhkan laki-laki untuk mengagungkannya, no, perempuan tetap bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Tapi rasanya berbeda ketika berada di dekat seseorang yang tidak membuat kita merasa harus mengecil agar dia bisa merasa besar.

Ada satu hal lagi yang mungkin terdengar sederhana, tapi justru cukup rare menurut saya: self-control. Saya baru sadar bahwa selama ini saya mungkin cukup sering melihat orang yang punya keinginan, emosi, atau kesempatan untuk melakukan sesuatu, tapi tidak selalu punya kemampuan untuk menahan diri.

Sedangkan orang baru ini somehow punya kemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri dengan cara yang belum pernah saya temui sebelumnya. Bukan dalam arti dingin atau tidak punya keinginan, tapi justru karena dia tahu bahwa having the ability to do something doesn't mean you should do it.

Dia tahu batas, tahu kapan harus berhenti, tahu bagaimana membawa dirinya sendiri tanpa harus selalu mengikuti apa yang sedang dia rasakan. Dan menurut saya, itu salah satu bentuk maturity yang sering underrated. Because self-control is not about having no temptation, no emotion, or no desire. It’s about knowing that you have a choice in how you respond to them.

Mungkin bagi orang lain ini bukan sesuatu yang besar. Tapi setelah melewati cukup banyak pengalaman, saya jadi melihat bahwa karakter seseorang justru sering kelihatan dari bagaimana dia mengendalikan dirinya ketika sebenarnya dia could do otherwise.

Dan jujur, saya belum pernah menemukan kombinasi seperti itu sebelumnya. Someone who can be warm without being careless, respectful without trying too hard and somehow still knows how to keep his boundaries.

Saya juga semakin percaya bahwa karakter seseorang sering terlihat dari hal-hal kecil. Cara dia memperlakukan keluarganya, cara dia berbicara kepada orang yang tidak bisa memberikan apa-apa kepadanya, cara dia merespons ketika berbeda pendapat, cara dia memperlakukan perempuan yang tidak sedang dia coba dapatkan. Bahkan cara dia memperlakukan dirinya sendiri ketika tidak ada yang melihat.

Because sometimes, the smallest gestures reveal the biggest things.

Dan mungkin ini bukan tentang seseorang yang baru dikenal lalu tiba-tiba dianggap the one. Please, let's not get ahead of ourselves haha. Baru dekat bukan berarti sudah tahu semuanya tentang seseorang. Masih terlalu banyak hal yang belum terlihat, masih banyak sisi yang belum dikenal, dan tentu saja manusia tidak bisa dinilai hanya dari beberapa momen baik.

Tapi saya rasa tidak ada salahnya mengakui satu hal sederhana: setelah melihat banyak hal dalam hidup, rasanya cukup menyenangkan ketika bertemu seseorang yang mengingatkan kita bahwa good men still exist. Bukan berarti dia sempurna, bukan berarti setiap hal tentang dia pasti akan cocok dan bukan berarti beberapa gesture baik otomatis membuktikan keseluruhan karakter seseorang.

And just in case this somehow reaches the person I’m talking about (maaf kalau tulisan ini terdengar sedikit terlalu manis). This is not me trying to flirt with you, saya cuma ingin mengabadikan satu hal yang menurut saya layak disyukuri: bahwa di satu titik dalam hidup, saya dipertemukan dengan seseorang yang lewat hal-hal kecilnya berhasil mengingatkan saya bahwa masih ada laki-laki yang tahu bagaimana cara menghormati, menghargai, mengagumi perempuan dan yang paling penting, tahu bagaimana mengendalikan dirinya sendiri.

Tidak ada maksud untuk memberi label apa pun pada pertemuan ini. Tidak ada ekspektasi besar juga. I’m simply grateful that our paths crossed. Dan kalau suatu hari nanti kamu membaca tulisan ini, saya harap yang kamu tangkap bukan “wah, ini pasti tentang saya” hehe, mungkin memang iya sedikit tapi lebih kepada, “ternyata kehadiran saya pernah menjadi sesuatu yang disyukuri seseorang.”

Karena sometimes, people don't need to become anything in our lives to have a meaningful impact. Ada orang yang cukup hadir, menunjukkan sisi baiknya, lalu membuat kita melihat dunia dengan sedikit lebih positif.

Dan untuk sekarang, saya cukup menikmati rasa “oh, ternyata masih ada ya” itu. Ternyata, masih ada laki-laki baik di dunia ini. Dan saya bersyukur pernah dipertemukan dengan salah satunya. 

Love,
Humannisa💚

You May Also Like

1 comments

  1. I am happy for the lucky man; may Ica always be granted health, safety, and blessings wherever you are.

    ReplyDelete